Antara Banjir dan Kekeringan

Ketika alam angkat bicara, manusia yang akan memahaminya. Realita alam saat ini sudah banyak bercerita tantang keadaan yang ia rasakan dari manusia. Banyak perubahan-perubahan alam yang kini justru menjadi sebuah ancaman masa depan penduduk dunia.

Air merupakan sumber kehidupan manusia. Air disediakan oleh alam, dan alam tidak pernah meminta imbalan dari menusia atas apa yang telah ia berikan. Namun, dengan sadar, manusia menghadiahi alam dengan perbuatan-perbuatan yang menganiaya alam. Kasus penebangan hutan bukanlah sesuatu yang asing untuk didengar. Sampah yang bertebaran sembarangan adalah keseharian yang dapat kita lihat sehari hari. Bahkan, pencemaran air sungai sudah semakin bersahabat dengan manusia.

Ketika alam angkat bicara, maka ada feedback yang diberikan oleh alam. Akibatnya, ketika musim kemarau tiba, maka alam tak lagi menyediakan air untuk manusia, hal ini kemudian kita sebut dengan kekeringan. Air sungai surut mengering, sumur-sumur mengering. hujapun tak kunjung datang. Ketika musim hujan tiba, sungai-sungai seolah marah dan menghanyutkan semuanya. Banjir, menjadi peristiwa tahunan yang menghiasi daerah-daerah di Indonesia.

Cukup sudah, jangan biarkan alam bercerita lebih banyak karena cerita-cerita adalah adalah langkah kesengsaraan manusia. Selamatkan alam untuk menyelamatkan air karena air adalah kehidupan. Mulailah melakukan yang terbaik untuk alam walaupun itu hanyalah tindakan kecil.