Bangun Jaringan Lewat POP-LINE

Untuk pertama kalinya, Departemen Komunikasi, Informasi, dan Relasi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (BEM FEMA IPB) mengadakan Pelatihan Proposal, Lobi, dan Negosiasi (POP-LINE) pada hari Sabtu, 16 Maret 2013 di Ruang Kuliah Pinus II Kampus Dramaga. Selain diikuti oleh perwakilan divisi Komunikasi dan Informasi (Kominfo) dari masing-masing Lembaga Kemahasiswaan dan Lembaga Struktural FEMA, pelatihan ini juga diikuti oleh Ketua Divisi Sponsorship dari kegiatan-kegiatan besar FEMA , seperti Indonesian Ecology Expo (INDEX).

“Tujuan dari pelatihan ini adalah membantu pembuatan proposal yang baik dan benar, serta membantu memperbaiki penyampaian maksud dan tujuan kepada pihak yang dituju” ungkap Adella Adiningtyas, Ketua Pelaksana POP-LINE dalam sambutannya. Kegiatan yang mengangkat tema “Sponsorship Sahabat Perusahaan” ini memang dikhususkan untuk anggota dari divisi Kominfo dan beberapa pihak yang memang terkait dengan pembuatan dan pengajuan proposal dana kegiatan.

Sesi pertama adalah penyampaian materi mengenai pembuatan proposal oleh Alfian Helmi, S.Kpm. Dalam penyampaiannya beliau menekannkan bahwa sponsorship adalah untuk kerja sama, bukan hanya untuk donasi. “sponsorship is unique, so make it different “ lanjutnya. Antusiasme dari peserta pelatihan terlihat ketika mereka ditanya mengenai tujuan sebenarnya dalam membuat proposal sponsor. Dalam membuat proposal sponsorship kita harus menyampaikan bahwa keuntungan akan diperoleh oleh kedua belah pihak, bukan hanya menguntungkan satu pihak saja.

Kemudian dilanjutkan ke sesi kedua, yaitu materi pelatihan lobi dan negosiasi yang dipandu oleh Dr.Ir. Ninuk Purnaningsih. Selain menjadi dosen Komunikasi Bisnis yang ahli dalam lobi dan negosiasi, beliau ini juga merupakan Sekretaris II Fakultas Ekologi Manusia yang kesehariannya memang berkecimpung di dunia pembuatan proposal, lobi, dan negosiasi. Dalam penyampaiannya, beliau memberikan pembeda antara lobi dan negosiasi yang sering kali disamakan pengertiannya oleh sebagian orang. Dalam prosesnya, lobi hanya memaparkan deskripsi dan tujuan dari sebuah kegiatan. Jika sudah sampai pada proses lobi, maka selanjutnya adalah proses negosiasi yang sudah mulai membicarakan secara rinci dan teknis mengenai sebuah kegiatan. “sebelum mengajukan proposal dana, sebaiknya mengajukan proposal audiensi terlebih dahulu” tuturnya.

Untuk kegiatan yang baru pertama kali diadakan ini cukup mendapatkan respon positif dari para peserta. Perwakilan peserta POP-LINE, Yenny mengatakan bahwa pelatihan seperti ini seharusnya memang diadakan agar mahasiswa mengetahui lobi dan negosiasi yang baik dan benar. (mug)